Terkait dipilihnya angka 17 dalam indeks tersebut, Iggi menyebut bahwa pemilihan angka 17 dilatarbelakangi banyak faktor, mulai dari jumlah saham BUMN yang tergolong syariah, masukan dari manajer investasi dan bertepatan dengan 17 Ramadan yang jatuh pada hari ini.
"Kemudian masukan dari Manajer Investasi sahamnya jangan terlalu banyak supaya pengelolaannya lebih mudah dan terkontrol dan sudah terbayang juga bahwa mudah-mudahan bisa diluncurkannya 17 Ramadan dan alhamdulillah sesuai visi awalnya bahwa BUMN 17 di tanggal 17 Ramadan," kata dia.
"Angka 17 sendiri punya makna banyak, ada 17 Agustus, 17 Ramadan itu Nuzulul Qur'an, 17 Rakaat satu hari dan beberapa makna 17 lainnya yang saya kira menjadi sangat pas," sambungnya.
Konstituen Indeks IDX-MES BUMN 17 dipilih dari saham-saham syariah yang masuk ke dalam ISSI dan merupakan saham Perusahaan Tercatat BUMN dan afiliasinya. Selanjutnya, penentuan 17 saham konstituen Indeks IDX-MES BUMN 17 dipilih berdasarkan likuiditas transaksi di Pasar Reguler terbaik, kapitalisasi pasar terbesar, dan juga mempertimbangkan kinerja keuangan, serta tingkat kepatuhan yang baik.
Penghitungan Indeks IDX-MES BUMN 17 menggunakan metode Capped Free Float Adjusted Market Capitalization Weighted dengan menerapkan pembatasan bobot saham paling tinggi sebesar 20 persen yang disesuaikan pada saat evaluasi. Indeks ini telah dihitung sejak hari dasarnya pada 30 Desember 2015 dengan nilai awal 100.
Evaluasi berkala atas Indeks IDX-MES BUMN 17 terdiri dari Evaluasi Mayor dan Evaluasi Minor. Evaluasi Mayor yang bertujuan untuk melakukan pemilihan dan pembobotan ulang atas konstituen indeks, akan dilakukan pada akhir Mei dan November. Sedangkan Evaluasi Minor yang bertujuan untuk memperbarui faktor free float serta melakukan pembatasan ulang atas bobot saham, akan dilakukan pada akhir Februari dan Agustus. Hasil evaluasi indeks akan berlaku efektif di Hari Bursa pertama pada bulan berikutnya.
Pada masa mendatang, Indeks IDX-MES BUMN 17 dapat dijadikan acuan bagi penciptaan produk investasi berbasis indeks syariah, seperti reksa dana indeks syariah maupun Exchange Traded Fund (ETF) atas indeks syariah, sehingga investor syariah dapat lebih mudah berinvestasi pada saham-saham BUMN syariah terpilih. Penerbitan indeks ini diharapkan dapat berkontribusi bagi perkembangan Pasar Modal Syariah di Indonesia.