BI: IMF dan Bank Dunia Nilai Indonesia Kuat Hadapi Tekanan Global

Arief Sinaga
MNC Trijaya
Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Dodi Budi Waluyo. (Foto: MNC Trijaya/Arief Sinaga)

Sebagai antisipasi, IMF dan Bank Dunia juga menyarankan semua negara perlu memiliki buffer (penyangga) dalam upaya menstabilkan pasar. Kedua, melakukan reformasi agar punya daya tahan terhadap risiko. Ketiga, perlu kerja sama dalam menghadapi tekanan ekonomi global

Dodi menerangkan, kendati proyeksi pertumbuhan global untuk 2019 terkoreksi dari 3,9 persen menjadi 3,7 persen, namun 189 Bank Sentral anggota IMF dan Bank Dunia tetap optimistis momentum pertumbuhan masih ada. Meski harus diakui ada koreksi isu-isu besar baik di pasar keuangan maupun perdagangan.

"Mengutip pernyataan Presiden Jokowi yang mengingatkan para pemimpin ekonomi dunia untuk bersatu menghadapi berbagai ancaman global, negara-negara harus saling bekerja sama dan berkolaborasi dari sisi kebijakan," kata Dodi.

Editor : Ranto Rajagukguk
Artikel Terkait
57 tahun lalu

UU P2SK Terbaru, Kemenkeu hingga Danantara Bisa Jadi Pemegang Saham BEI

57 tahun lalu

Pemerintah Kucurkan Stimulus Ekonomi Rp26,34 Triliun di Semester II 2026, Ini Daftarnya

57 tahun lalu

Ekonomi RI Kuartal II 2026 Diproyeksi Menguat, Purbaya: Kita Sudah Lewati Masa Ujian Itu

57 tahun lalu

Lesu, Rupiah Hari Ini Ditutup Ambles ke Rp17.843 per Dolar AS

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal