BI Ungkap Biang Kerok Rupiah Tembus 15.000 per Dolar AS

Michelle Natalia
Rupiah menembua Rp15.000 dolar per AS pada perdagangan siang ini, Rabu (6/7/2022). (Foto: dok iNews)

"Artinya apa? Artinya dari pergerakan nilai tukar, banyak mata uang non USD khususnya mata uang EM mengalami pelemahan, tentunya termasuk Rupiah. Di wilayah Asia, selain IDR mata uang lainnya seperti THB, MYR, PhP, INR, KRW, juga mengalami pelemahan terhadap USD. Artinya ini adalah fenomena global," ungkap Edi.

Tentunya, sambung dia, BI dalam menghadapi hal tersebut, melakukan langkah-langkah antisipatif.

"Pertama, memastikan ada di pasar melalui triple intervention agar supaya mekanisme pasar dapat bekerja dengan baik melalui menjaga keseimbangan supply - demand valas di market. Terkait hal ini, kami melihat support dari perusahaan eksportir untuk turut menjaga supply-demand valas masih sangat baik, sehingga pelemahan IDR lebih managable, dan yang kedua, menjaga kondisi likuiditas Rupiah dalam level yang optimal," tutur Edi.

Editor : Jeanny Aipassa
Artikel Terkait
4 tahun lalu

Rupiah Nyaris Rp15.000 per Dolar AS, Sri Mulyani Bilang Begini

4 tahun lalu

Rupiah Ditutup Melemah Lagi, Bertengger di Rp14.992 per Dolar AS

15 jam lalu

Rupiah Dibuka Menguat ke Rp17.943 per Dolar AS Jelang Rilis Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II 2026

1 hari lalu

Lesu, Rupiah Hari Ini Ditutup Melemah ke Rp18.027 per Dolar AS

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal