Ilustrasi Bitcoin. (Foto: Istimewa)
Aditya Pratama

JAKARTA, iNews.id - Bitcoin merosot di bawah 20.000 dolar AS atau setara Rp296,12 juta. Angka ini melanjutkan penurunan hampir 60 persen dari level tertinggi pada tahun ini.

Mengutip Reuters, mata uang kripto terbesar dan paling terkenal di dunia ini turun 1,5 persen di angka 19.946 dolar AS atau setara Rp295,32 juta pada hari Sabtu, turun 298 dolar AS dari penutupan sebelumnya.

Torehan ini menurun 58,7 persen dari level tertinggi tahun ini di 48.234 dolar AS yang dicapai pada 28 Maret.

Ether, koin yang terhubung ke jaringan blockchain ethereum juga turun 2,76 persen menjadi 1.467,2 dolar AS, kehilangan 41,60 dolar AS dari penutupan sebelumnya.

Penurunan Bitcoin terjadi mengikuti merosotnya Wall Street dengan ketiga tolok ukur berakhir lebih dari 3 persen lebih rendah.

Kelemahan dalam aset berisiko terjadi setelah Ketua Federal Reserve Jerome Powell memperingatkan agar tidak mengharapkan akhir yang cepat untuk pengetatan suku bunga. Tindakan The Fed pada suku bunga telah menyebabkan beberapa investor memperkirakan lebih banyak rasa cemas untuk ekuitas.

"Bitcoin menembus di bawah 20.000 karena investor mengharapkan akhir pekan yang penuh pesimisme dari Jackson Hole untuk menurunkan sentimen," ujar analis pasar senior di OANDA, Edward Moya dikutip, Minggu (28/8/2022).

"Para gubernur bank sentral Eropa dan Asia kemungkinan akan jauh lebih pesimistis daripada Ketua Fed Powell dan itu membuat banyak pedagang bersiap untuk pembukaan yang lemah pada Minggu malam," sambungnya.

Penurunan Bitcoin di bawah level 20.000 dolar AS bukan pertama kali terjadi. Kripto terbesar ini sebelumnya pernah menyentuh level yang sama pada pertengahan Juli.


Editor : Aditya Pratama

BERITA TERKAIT