Bursa Asia Kompak Tertekan Jelang Pengumuman Sanksi Baru untuk Rusia

Dinar Fitra Maghiszha
Ilustrasi pergerakan harga saham di Bursa Hong Kong. (Foto: Reuters)

Langkah Biden tampaknya direspons negatif oleh Wall Street pada penutupan semalam. Dow Jones Industrial Average turun -1,3 persen di 34.358,5. Indeks S&P 500 merosot -1,2 persen di 4.456,2. Sedangkan Nasdaq Composite melemah -1,3 persen di 13.922,60.

"Pasar ekuitas tampak mulai berbalik arah setelah reli baru-baru ini, menyusul yield obligasi yang juga menurun, (penurunan) ini diperkirakan masih terbatas," kata Kyle Rodda, analis pasar di IG, seperti dikutip Reuters, Kamis (24/3/2022).

Rodda mewaspadai ada tekanan lebih dalam merespons isu geopolitik yang saat ini sedang berkembang. "Ini masih merupakan volatilitas pasar yang biasa, (yang) menunjukkan bahwa pergerakan saham saat ini harus dibaca dengan hati-hati," ujar Kyle Rodda.

Editor : Jeanny Aipassa
Artikel Terkait
2 hari lalu

Trump: China dan Rusia Rugi Besar jika Bantu Iran Perang Lawan AS

3 hari lalu

Trump Yakin China dan Rusia Tak Bantu Iran Perang Lawan AS

5 hari lalu

Harga Minyak Dunia Melemah usai Trump Umumkan Gencatan Senjata Energi Rusia-Ukraina

5 hari lalu

Trump Bela Kesepakatan Solar dengan Rusia, Zelensky Murka: Putin Dapat Duit untuk Perang!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal