Dilema Gen Z Sulit Beli Rumah: Rumah Mahal dan Tabungan Tak Ada

Puti Aini Yasmin
ilustrasi dilema gen Z miliki rumah (Foto: Freepik)

“Harga rumah sudah terlalu mahal, sementara tabungan gen Z mau tak mau kerap terpakai untuk menutupi kebutuhan keluarganya,” tutur dia.

Berdasarkan hasil riset mengenai gen Z bersama Continuum, 62 persen Gen Z mementingkan ‘pengakuan’ atas harga dirinya dalam mencari pekerjaan, misalnya untuk soal gaji/kompensasi. Dalam lingkungan semisal dalam hubungan personal jika tidak cocok dengan value perusahaan, mungkin dia akan keluar.

Selain itu, ketidakpastian ekonomi global juga menyebabkan tekanan akibat ketersediaan lapangan kerja yang semakin sulit. Bahkan, kecocokan dengan atasan dan rekan kerja dan culture juga turut berpengaruh.  

“Gen Z menginginkan pekerjaan yang shortterm maka shortwin atau kecepatan kompensasi setelah proyek berhasil dikerjakan. Pola pengupahan juga harus disesuaikan, karena Gen Z juga ingin memilih sendiri pilihan-pilihan benefit semisal tunjangan kendaraan, komunikasi dan lain sebagainya” ucap Adrian.

Editor : Puti Aini Yasmin
Artikel Terkait
Health
2 hari lalu

Rumah: Tempat Keluarga Mengurai Beban dan Menemukan Kekuatan

Nasional
3 hari lalu

LSI Denny JA: 84 Persen Gen Z Tolak Usul Pilkada Lewat DPRD

Nasional
10 hari lalu

Survei Kemenag: Gen Z Lebih Toleran dan Melek Alquran Dibanding Milenial

Nasional
11 hari lalu

Aktivis Greenpeace Indonesia Diteror! Dikirimi Bangkai Ayam Disertai Pesan Ancaman

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal