Dolar AS Melemah Jelang Rilis Data Inflasi Pekan Ini

Jeanny Aipassa
Dolar AS menyentuh level terendah dalam 7 bulan terakhir menjelasng rilis data inflasi pekan ini. (Foto: dok iNews)

Dolar AS bergerak cenderung lebih rendah karena investor dan pedagang mempertanyakan apakah The Fed harus meningkatkan target suku bunganya di atas 5,0 persen untuk mengekang inflasi yang sangat tinggi. Pasalnya, dampak dari kenaikan agresif bank sentral AS dalam biaya pinjaman pada 2022 telah mulai terlihat.

Investor dan pedagang sekarang memperkirakan suku bunga dana federal mencapai puncaknya di bawah 5,0 persen pada Juni 2023, sebelum mulai turun di akhir tahun.

Euro naik tipis 0,1 persen terhadap greenback menjadi 1,07415 dolar, sedikit di bawah level tertinggi tujuh bulan di 1,07605 dolar AS yang dicapai pada Senin (9/1/2023). Sementara Poundsterling merosot 0,18 persen menjadi 1,21585 dolar AS, tepat di bawah puncak tiga minggu sehari sebelumnya.

"Sampai narasi The Fed yang lebih hawkish muncul, dolar kemungkinan akan tetap berada di bawah tekanan," kata Win Thin, kepala strategi mata uang global di Brown Brothers Harriman, menambahkan bahwa pelemahan dolar saat ini mungkin berlebihan.

Editor : Jeanny Aipassa
Artikel Terkait
Bisnis
10 jam lalu

Harga Minyak Dunia Berpotensi Tembus 116 Dolar AS per Barel, Ini Pendorongnya

Makro
5 hari lalu

Inflasi Maret 2026 Sebesar 0,41% Didorong Harga BBM hingga Daging Sapi

Makro
5 hari lalu

BPS Catat Inflasi Maret 2026 Turun jadi 0,41% meski Puasa dan Lebaran

Nasional
7 hari lalu

Rupiah Hari Ini Ditutup Anjlok ke Level Rp17.002 per Dolar AS

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal