Dolar AS Pagi Tekan Rupiah ke Rp15.580

Ranto Rajagukguk
Kurs rupiah melemah. (Foto: iNews.id/Yudistiro Pranoto)

Menurut Ariston, tertekannya aset berisiko karena penurunan harga minyak AS untuk kontrak Mei yang akan kedaluwarsa hari ini. Pada perdagangan semalam, harga minyak turun di bawah nol dolar AS karena banyak traders menolak menerima pengiriman minyak fisik akibat tidak adanya tempat penyimpanan yang kosong.

"Penurunan ini mengindikasikan ekonomi global masih tertekan karena wabah corona, sehingga kebutuhan minyak mentah sebagai sumber energi jauh berkurang," ujar Ariston.

Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) turun hingga ke zona negatif untuk pertama kalinya dalam sejarah. 

Produsen minyak Amerika telah kehabisan tempat untuk menampung minyak akibat kelebihan suplai yang disebabkan turunnya permintaan akibat terdampak pandemi.

Harga penutupan kontrak berjangka WTI periode Mei 2020 minus 37,63 dolar AS per barel pada perdagangan kemarin. Namun sudah kembali rebound ke zona positif 0,46 dolar AS per barel pagi ini.

Sementara untuk harga kontrak berjangka WTI Juni 2020 berada di level 21,46 dolar AS per barel. Harga minyak Brent ikut melemah 8,9 persen ke level 25,57 dolar AS per barel.

Ariston memperkirakan rupiah pada hari ini akan bergerak di kisaran Rp15.350 per dolar AS hingga Rp15.550 per dolar AS.

Editor : Ranto Rajagukguk
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Perkasa, Rupiah Hari Ini Ditutup Menguat ke Rp17.860 per Dolar AS

57 tahun lalu

Dasco Minta Masyarakat Jual Dolar AS: Minggu Depan Rupiah Menguat

57 tahun lalu

Dasco Bocorkan Pemerintah Siapkan Strategi Khusus untuk Perkuat Rupiah

57 tahun lalu

Purbaya Targetkan Rupiah Menguat Bertahap pada Semester II 2026

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal