IHSG Diprediksi Hadapi Volatilitas di Semester I 2023, Ini Penyebabnya

Ikhsan Permana SP
IHSG diprediksi akan menghadapi volatilitas yang tinggi di 2023, khususnya selama semester I. (Foto: Dok. MPI)

Selain itu, faktor penguat IHSG lainnya yaitu sektor Metal Mining, terutama nikel, serta sektor pendukungnya seperti transportasi perkapalan akan diuntungkan dari pengoperasian smelter baru di akhir 2023 dan 2024. 

"Kami memperkirakan konsumsi akan pulih di semester II-2023, disebabkan adanya dampak positif dari kenaikan upah, dampak inflasi yang mulai berkurang, dan daya beli masyarakat biasanya membaik menjelang tahun Pemilu. Selain itu, penurunan harga komoditas juga dapat menurunkan biaya produksi dan biaya bahan baku," ucapnya.

Akan tetapi, investor perlu mencermati adanya potensi penurunan dan volatilitas IHSG di semester I 2023. Dari perspektif analisa teknikal saham, asumsi dasar RHB Sekuritas Indonesia menunjukkan IHSG memiliki potensi penurunan ke level 6.500 pada semester I 2023 yang disebabkan ketidakpastian kondisi makroekonomi yang akan meningkatkan volatilitas pasar. 

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
Keuangan
54 menit lalu

IHSG Hari Ini Ditutup Anjlok 2 Persen, Keluar dari Level 7.000

Keuangan
1 hari lalu

399 Saham Menguat, IHSG Hari Ini Ditutup Melejit ke 7.101

Keuangan
1 hari lalu

IHSG Dibuka Menguat ke 7.086, Mayoritas Saham Stagnan

Nasional
2 hari lalu

Pemerintah Bebaskan Bea Masuk LPG dan Bahan Baku Plastik, Redam Efek Perang AS-Iran

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal