IHSG Hari Ini Diprediksi Melemah, Cek Sentimennya

Dinar Fitra Maghiszha
IHSG hari ini diprediksi mengalami tekanan jual pada perdagangan, Selasa (24/10/2023), yang dipengaruhi sejumlah sentimen. (Foto: Dok. MPI)

Secara fundamental, lonjakan suku bunga BI sebesar 6 persen merupakan kabar tidak sedap bagi pasar aset berisiko seperti saham, meskipun tujuannya adalah untuk menahan tekanan terhadap Rupiah. 

Mata investor juga tak luput dari perkembangan pemilihan umum. Sebelumnya pasar sempat mengalami depresiasi saat keluarnya nama bakal calon wakil presiden Gibran Rakabuming Raka yang diumumkan Prabowo Subianto.

Adanya pullback di pasar surat utang Amerika Serikat, dinilai Phintraco menjadi harapan bagi nilai tukar domestik. Diketahui, imbal hasil (yield) treasury AS bertenor 10 tahun mulai melandai dari 5 persen, menjadi 4,85 persen.

Dari mancanegara, khususnya Asia, pagi ini Jepang akan merilis data purchasing manager index hingga inflasi inti dari Bank of Japan (BoJ). Demikian juga Uni Eropa dan Amerika Serikat yang kompak juga mengumumkan data aktivitas manufakturnya.

Presiden Bank Sentral Eropa (ECB) Christine Lagarde dijadwalkan akan memberikan pidato pada malam ini. AS juga akan merilis update produksi minyak mentah.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
57 tahun lalu

445 Saham Melemah, IHSG Hari Ini Ditutup Terkoreksi ke 6.172

57 tahun lalu

Rupiah Hari Ini Ditutup Kembali Melemah ke Rp17.794 per Dolar AS, Ini Pendorongnya

57 tahun lalu

Breaking News: BI Kembali Naikkan Suku Bunga Jadi 5,75 Persen

57 tahun lalu

IHSG Ditutup Melemah ke Level 6.220, GHON-NZIA Parkir di Zona Merah

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal