Jangan Asal Ikut Tren, Ini Cara Bedakan Peluang dan FOMO dalam Berinvestasi

Mei Sada Sirait
Keseruan ICC 2026 di Untar. (Foto: Arif Julianto)

Menurutnya, investor tidak harus hanya mengandalkan rekomendasi dari teman, influencer, atau informasi yang sedang ramai diperbincangkan. Data dan teknologi dapat digunakan untuk membantu seseorang melakukan penilaian sebelum mengambil keputusan.

"Dengan adanya teknologi informasi berbasis AI, ini membuat orang menjadi lebih rasional. Lebih rasional, lebih objektif, dan juga bisa lebih menilai," ujar Luqman.

Kenali Prinsip 2L sebelum Investasi

Luqman mengingatkan adanya prinsip sederhana yang dapat digunakan sebelum seseorang mengikuti tawaran investasi, yakni 2L: legal dan logis.

Aspek legal berkaitan dengan memastikan kegiatan atau produk investasi memiliki dasar hukum dan berada dalam pengawasan regulator sesuai ketentuan yang berlaku. Sementara aspek logis berkaitan dengan kemampuan calon investor menilai apakah tawaran keuntungan yang diberikan masuk akal.

"Kalau sesuatu yang sudah legal, kita berusaha pakai logika," katanya.

Menurut Luqman, aspek logis penting karena tawaran keuntungan yang terlalu fantastis dapat membuat seseorang mengambil keputusan secara terburu-buru.

Editor : Muhammad Sukardi
Artikel Terkait
4 jam lalu

iNews Campus Connect 2026 Digelar di Untar, Mahasiswa Diajak Bijak Bermedia Sosial

19 jam lalu

iNews Campus Connect 2026 Bawa Energi Positif untuk Mahasiswa Untar

21 jam lalu

Makin Seru! Penampilan Budi Doremi Ditunggu Mahasiswa Untar di Hari Kedua iNews Campus Connect 2026

52 menit lalu

Mulai Investasi Jangan Tunggu Uang Sisa! Wajib Kendalikan Pengeluaran untuk Self Reward

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal