Menurutnya, investor tidak harus hanya mengandalkan rekomendasi dari teman, influencer, atau informasi yang sedang ramai diperbincangkan. Data dan teknologi dapat digunakan untuk membantu seseorang melakukan penilaian sebelum mengambil keputusan.
"Dengan adanya teknologi informasi berbasis AI, ini membuat orang menjadi lebih rasional. Lebih rasional, lebih objektif, dan juga bisa lebih menilai," ujar Luqman.
Luqman mengingatkan adanya prinsip sederhana yang dapat digunakan sebelum seseorang mengikuti tawaran investasi, yakni 2L: legal dan logis.
Aspek legal berkaitan dengan memastikan kegiatan atau produk investasi memiliki dasar hukum dan berada dalam pengawasan regulator sesuai ketentuan yang berlaku. Sementara aspek logis berkaitan dengan kemampuan calon investor menilai apakah tawaran keuntungan yang diberikan masuk akal.
"Kalau sesuatu yang sudah legal, kita berusaha pakai logika," katanya.
Menurut Luqman, aspek logis penting karena tawaran keuntungan yang terlalu fantastis dapat membuat seseorang mengambil keputusan secara terburu-buru.