"Cara kita berbicara dengan AI, cara kita berpikir saat kita menggunakan AI, itu harus tajam. Jangan sampai cuma karena ada AI, ini jadi malas mikir. Aku percaya kalau AI hanya sepintar instruksimu. Kalau kita kasih prompt yang generik, kayak misalnya, ajarin aku investasi saham, jawabannya gak akan ngajarin apa-apa," jelasnya.
Untuk mendapatkan hasil yang lebih optimal, Kelly membagikan sejumlah cara menyusun prompt AI secara terstruktur. Pertama, pengguna perlu memberikan peran kepada AI, misalnya sebagai guru ilmu keuangan.
Kedua, menyertakan bahan atau referensi resmi seperti buku, jurnal, maupun materi pembelajaran agar informasi yang diberikan memiliki dasar yang jelas.
Ketiga, pengguna perlu memberikan konteks mengenai tingkat pemahamannya. Sebagai contoh, investor pemula dapat meminta AI mengajarkan cara membaca laporan keuangan untuk investasi saham dengan bahasa yang mudah dipahami.
Keempat, berikan batasan agar AI tidak menggunakan sumber yang tidak jelas. Kelima, minta AI menjelaskan materi menggunakan analogi sederhana dan bahasa sehari-hari.