Kelly juga menyarankan pengguna meminta AI memberikan pertanyaan atau kuis untuk menguji pemahaman setelah mempelajari suatu materi.
"Jadi, seperti kita disekolah, setelah kita diajarin guru, kita dikasih pertanyaan kan sama gurunya kan, untuk ngetes apakah kita paham," kata Kelly.
Sementara itu, Director of Government Affairs Microsoft Indonesia, Widya Listyowulan mengatakan, AI dapat membantu masyarakat memahami informasi keuangan melalui pengumpulan data dan tren, baik dari dalam maupun luar negeri.
Meski demikian, ia menekankan pentingnya penerapan responsible AI atau penggunaan AI secara bertanggung jawab. Menurutnya, teknologi tersebut hanya berperan sebagai pendamping, sedangkan keputusan akhir tetap harus berada di tangan manusia.
"The decision maker has to be within the human, because you are the cop- the pilot, you know. AI adalah copilot saja," tegas Widya.
Ia juga mengingatkan masyarakat untuk selalu memeriksa dan memverifikasi sumber informasi yang diperoleh dari AI. Hal tersebut penting agar pengguna tidak langsung mempercayai informasi yang belum dipastikan kebenarannya.
"Please do verify your sources, and please do check. Itu, itu yang sangat penting sebenarnya. Ground-nya adalah verify and check," pungkas Widya.