Mata Uang Kripto Rontok, Bitcoin dan Etherium Alami Penurunan Terbesar

Aditya Pratama
Harga mata uang kripto rontok pada perdagangan Jumat (21/1/2022), di mana Bitcoin mengalami penurunan sekitar 15 persen dan Ethereum anjlok 20 persen. (foto: Istimewa)

Regulator juga menindak mata uang kripto. China sepenuhnya melarang semua aktivitas terkait kripto dan otoritas AS juga menekan aspek-aspek tertentu dari pasar.

Sebelumnya, Moya dari Oanda telah memperkirakan bahwa Bitcoin bisa jatuh di bawah 40.000 dolar AS karena bank sentral Rusia telah mengusulkan larangan penggunaan dan penambangan mata uang digital tersebut di wilayah Rusia. 

Hal ini disebabkan mata uang digital menimbulkan risiko terhadap stabilitas keuangan dan kedaulatan kebijakan moneter. Rusia adalah salah satu dari tiga negara teratas untuk penambangan Bitcoin.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Zelensky Ajak Putin Bertemu di AS: Kalau Diminta Trump Dia Sulit Menolak

57 tahun lalu

Viral Turis Malaysia Hina Warga China Bau Badan, Netizen Murka!

57 tahun lalu

Prabowo Batal Hadiri KTT ASEAN-Rusia, Istana: Fokus Selesaikan Persoalan Dalam Negeri

57 tahun lalu

Purbaya Temui Menkeu China, Matangkan Penerbitan Utang Panda Bond

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal