MotionTrade: Pilih saham murah, tapi jangan yang murahan! Foto: MNC Media
Anggie Ariesta

JAKARTA, iNews.id - MNC Sekuritas merupakan unit bisnis dari PT MNC Kapital Indonesia Tbk (BCAP) dan perusahaan sekuritas terbaik yang memiliki reputasi serta mendapat beragam penghargaan. Bukan hanya menyediakan layanan investasi saham, kini MNC Sekuritas juga menyediakan beragam produk reksa dana yang dapat dijadikan sebagai alternatif investor untuk berinvestasi.

Berinvestasi bisa menjadi salah satu cara untuk mencapai tujuan keuangan di masa depan, salah satunya dengan berinvestasi saham. Bagi Anda investor pemula atau belum memiliki banyak pengalaman, pastinya perlu mempelajari lebih jauh mengenai saham. Anda perlu waspada terhadap saham-saham "murah" yang seringkali disebut sebagai penny stock.

Di bursa luar negeri, penny stock  merupakan sebutan untuk saham yang harganya berada di bawah 5 dolar AS per lembar saham. Dikarenakan harga saham terendah di Bursa Efek Indonesia (BEI) adalah Rp50 per lembar saham, sebutan penny stock di Indonesia digunakan untuk saham biasa dari perusahaan publik kecil yang diperdagangkan dengan harga Rp50 per lembar saham atau sering juga disebut sebagai saham gocap. Harganya yang relatif murah menjadi daya tarik tersendiri bagi para trader dan investor pemula. Meskipun modal yang dibutuhkan untuk membeli saham gocap sangat terjangkau, Anda perlu berhati-hati agar tidak terjebak. 

Simak ciri-ciri saham gocap yang perlu diwaspadai berikut ini:

1. Terindikasi Unusual Market Activity (UMA)

Unsual Market Activity (UMA) merupakan aktivitas perdagangan atau pergerakan harga suatu saham yang tidak biasa pada kurun waktu tertentu. Bursa Efek Indonesia (BEI) biasanya memberikan pengumuman saham-saham yang pergerakannya tidak wajar sebagai bahan pertimbangan investor. Tak jarang juga, saham yang masuk dalam daftar UMA dapat dibekukan sementara atau di-suspend transaksinya oleh BEI.

2. Perubahan Volume Drastis

Saham bisa saja mengalami kenaikan volume seolah-olah terlihat diburu banyak orang, padahal biasanya transaksinya sepi atau jarang diperdagangkan. Saham seperti ini perlu untuk dihindari karena setelah naik bisa saja turun drastis, kemudian "tidur" kembali atau tidak likuid, sehingga harus diperdagangkan di pasar nego dengan harga di bawah Rp50 per lembar.

3. Tidak Didukung Fundamental Perusahaan

Naik turunnya volume perdagangan suatu saham yang tidak diimbangi dengan fundamental perusahaan juga patut untuk diwaspadai. Apakah kenaikan harga saham tersebut hanya euforia dalam jangka waktu singkat saja? Jika demikian, Anda perlu mempertimbangkan perbandingan antara reward dengan resiko atas transaksi saham tersebut.

Ciri-ciri saham seperti ini tentunya perlu Anda waspadai. Untuk memudahkan Anda memantau kondisi dan pergerakan harga saham, Anda dapat mengunakan aplikasi MotionTrade, yang dilengkapi dengan fitur notasi emiten. Anda dapat mengetahui saham mana yang sedang dalam pemantauan khusus oleh BEI, status ekuitas negatif, belum menyampaikan laporan keuangan, dan sebagainya.

Dengan fitur ’Open Account’, Anda dapat membuka rekening saham dan rekening reksadana melalui smartphone kapan pun dan di mana pun!  Nikmati layanan investasi saham dan reksa dana dari #MNCSekuritas dengan segera mengunduh aplikasi MotionTrade dan jelajahi seamless experience. Aplikasi MotionTrade dapat diunduh di Google PlayStore dan Apple AppStore dengan link unduh onelink.to/motiontrade. MNC Sekuritas, Invest with The Best!


Editor : Jujuk Ernawati

BERITA TERKAIT