JAKARTA, iNews.id - Bank Indonesia (BI) melihat masih ada ruang untuk penguatan nilai tukar rupiah ke depannya. Pasalnya, mekanisme pasar keuangan berjalan baik dengan supply dan demand yang bergerak aktif.
Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, hari ini pergerakan rupiah di bawah Rp13.900 per dolar Amerika Serikat (AS). Bahkan sempat menguat ke level Rp13.850.
Selain itu, masuknya investor asing ke Indonesia juga turut memberikan sentimen positif pada penguatan rupiah. Hingga 18 Juli 2018, aliran modal asing masuk mencapai Rp192,5 triliun.
"Supply dan demand aktif serta masuknya investor akan memberikan faktor positif penguatan nilai tukar ke depan," ujarnya di Masjid BI, Jakarta, Jumat (19/7/2019).
Menurutnya, kebijakan BI untuk memangkas suku bunga acuannya kemarin juga direspons positif oleh pasar, investor, perbankan, dan dunia usaha baik dari dalam maupun luar negeri.