Pangkas Suku Bunga Acuan, BI Optimistis Rupiah Akan Menguat ke Depannya

Isna Rifka Sri Rahayu
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo. (Foto: Antara)

"Menyambut secara positif keputusan BI untuk menurunkan suku bunga BI rate kemarin 25 basis poin," kata dia.

Respons yang positif ini menandakan investor melihat prospek ekonomi Indonesia akan membaik ke depannya. Pasalnya, kebijakan yang diambil BI dinilai akan menjaga stabilitas ekonomi.

"Kami berterima kasih kepada  semua pelaku pasar yang menyambut positif ini dan ini Insya Allah akan menjadi faktor positif untuk kita melihat perbaikan ekonomi kita ke depan," ucapnya.

Seperti diketahui, BI telah memangkas suku bunga acuannya sebanyak 25 basis poin menjadi 5,75 persen. Setelah sejak November 2018 bertengger di level 6 persen.

BI mengambil keputusan ini sejalan dengan masih rendahnya perkiraan inflasi ke depan. Hingga akhir Juni 2019, inflasi tercatat 3,28 persen atau masih di bawah target tahunan 3,5 persen.

Selain itu, BI melihat perlunya mendorong momentum pertumbuhan ekonomi di tengah kondisi ketidakpastian pasar keuangan global yang menurun dan stabilitas eksternal yang terkendali. Salah satunya melalui kebijakan moneter menurunkan suku bunga acuannya.

Editor : Ranto Rajagukguk
Artikel Terkait
Makro
19 hari lalu

Breaking News: BI Rilis Aturan Baru Beli Dolar AS, Kini Dibatasi Maksimal 50.000 per Bulan

Nasional
19 hari lalu

BI Tahan Suku Bunga Acuan 4,75 Persen di Maret 2026

Nasional
20 hari lalu

Utang Luar Negeri RI Naik Jadi Rp7.389 Triliun per Januari 2026

Nasional
30 hari lalu

Cadangan Devisa RI Turun Jadi 151,9 Miliar Dolar AS per Februari 2026, Ini Penyebabnya

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal