Perbankan Berisiko Beri Kredit ke Holding BUMN Tambang

Isna Rifka Sri Rahayu
Ilustrasi (Foto: Istimewa)

Seperti yang diketahui, Holding BUMN Tambang resmi terbentuk pada akhir November kemarin. PT Indonesia Asahan Alumunium (Persero) Tbk menjadi induk dari PT Bukit Asam (Persero), PT Timah (Persero) Tbk, dan PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (Antam).

Rencananya Holding BUMN tersebut akan membangun pabrik pemurnian (smelter) yang tentunya membutuhkan dana yang besar. Dengan demikian, terbentuknya holding tersebut memberi kekhawatiran bagi sektor perbankan.

Sebab, secara tidak langsung, perbankan pelat merah akan dipaksa untuk menyalurkan kredit kepada perusahaan Holding BUMN tambang guna memberikan dana segar dalam membangun smelther.

Editor : Ranto Rajagukguk
Artikel Terkait
19 hari lalu

Kemenkeu Pastikan Dana SAL Rp299 Triliun Tetap di Himbara hingga Juli 2027

20 hari lalu

Prabowo Ungkap Alasan Pangkas TKD: Banyak Pemda Tak Gunakan Anggaran dengan Baik

28 hari lalu

Warga RI Berusia 17 Tahun bakal Otomatis Punya Rekening dan Saldo Rp50.000

1 bulan lalu

MNC Bank Gelar Program Literasi Service in-Motion, Dorong Sinergi Koperasi di Indonesia

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal