Ilustrasi Bank konvensional versus bank syariah. (Foto/Ilustrasi: Istimewa)
Jeanny Aipassa

JAKARTA, iNews.id - Perbedaan bank syariah dan konvensional ternyata tak hanya doal masalah riba dan bagi hasil. Mulai dari sistem, tujuan, hingga hubungan dengan nasabah memiliki perbedaan yang wajib Anda ketahui. 

Bank konvensional adalah segala aktivitas perputaran uang yang mengacu pada kesepakatan internasional dan nasional, serta berlandaskan hukum formil negara.

Sedangkan bank syariah adalah aktivitas perbankan dengan berlandaskan pada hukum-hukum muamalah agama Islam. Sumber hukum perbankan syariah mengacu pada dua pedoman besar umat Muslim, yaitu Al-Qur’an dan Hadits.

Sekilas, bank syariah dan konvensional tampak sama. Bahkan sebagian besar bank saat ini memiliki cabang konvensional dan syariah. Keyataannya, dua jenis bank tersebut memiliki perbedaan yang perlu diketahui. 

Berikut beberapa perbedaan bank konvensional dan bank syariah yang wajib Anda ketahui: 

1. Tujuan Pendirian

Berdasarkan tujuan pendirian, bank konvensional dan bank syariah memiliki perbedaan yang sangat mendasar. 

Tujuan pendirian bank konvensional adalah berorientasi keuntungan dengan bebas nilai atau menganut prinsip yang dimiliki oleh masyarakat umum.

Sedangkan tujuan pendirian bank syariah tidak hanya berorientasi pada profit saja, namun penyebaran dan penerapan nilai syariah. Aktivitas keuangan perbankan dilakukan tidak hanya melihat efek dunia saja, tetapi juga memperhatikan aspek akhirat juga.

2. Prinsip 

Bank konvensional menggunakan prinsip konvensional dengan acuan peraturan nasional dan internasional berdasarkan hukum berlaku. 
Sebaliknya prinsip bank syariah berdasarkan hukum Islam mengacu dari Al-quran dan Hadist serta diatur oleh fatwa Ulama. Sehingga seluruh aktivitas keuangannya menganut prinsip Islami.

3. Sistem Operasional

Salah satu perbedaan menyolok dari bank konvensional dan bank syariah adalah pada sistem operasional. 

Pada bank konvensional, sistem operasional memberlakukan penerapan suku bunga dan perjanjian secara umum berdasarkan aturan nasional. Akad antara bank dan nasabah bank banyak dilakukan berdasarkan kesepakatan jumlah suku bunga.

Sedangkan sistem operasional di bank syariah tidak menerapkan bunga dalam transaksinya karena masuk dalam kategori riba menurut syariat Islam. 

Dengan demikian, sistem operasional bank syariah menggunakan akad bagi hasil atau nisbah. Kesepakatan antara nasabah dan pihak bank berdasarkan pembagian keuntungan dan melibatkan kegiatan jual beli.

4. Kesepakatan Formal

Perbedaan bank konvensional dan bank syariah yang patut diketahui adalah bentuk kesepakatan formal. 

Bank konvensional melakukan kesepakatan forman atau perjanjian secara hukum nasional. Berbeda pada bank syariah melakukan akad dengan memperhatikan hukum Islam juga. 

Tidak hanya itu, dalam melaksanakan perjanjian, terdapat beberapa rukun dan syarat sah yang harus ditunaikan untuk mengesahkan akad tersebut.

5. Pengelolaan Dana

Kebijakan pengelolaan dana pada bank konvensional dan bank syariah juga memiliki perbedaan yang menyolok. 

Pada bank konvensional, pengelolaan dana dapat dilakukan dalam seluruh lini bisnis menguntungkan di bawah naungan Undang-Undang. Sementara, uang nasabah dalam bank syariah harus dipergunakan sesuai aturan Islam. Bank syariah harus mengelola dana nasabah pada lini bisnis yang diizinkan oleh aturan Islam.

Dalam proses pengelolaan dana, uang nasabah bank syariah tidak boleh diinvestasikan atau dikelola pada bidang usaha bertentangan dengan nilai Islam, seperti perusahaan rokok, narkoba, dan sebagainya.

6. Pengelolaan Denda

Perbedaan bank konvensional dan bank syariah lainnya yang perlu diketahui adalah pengelolaan denda. Ketika Anda terlambat melakukan pembayaran dalam bank konvensional, terdapat denda yang dibebankan kepada nasabah. Bahkan besaran bunga bisa semakin meningkat, bila nasabah tidak membayar hingga batas waktu ditetapkan.

Sementara bank syariah tidak menerapkan aturan beban denda bagi nasabah saat terlambat atau tidak bisa membayar. Sebagai gantinya, bank akan melakukan perundingan dan kesepakatan bersama. Meskipun beberapa bank syariah ada yang menetapkan denda pada kasus tertentu, tetapi uang denda dari nasabah tidak dinikmati oleh pihak bank melainkan dianggarkan sebagai dana sosial.

7. Sistem Bunga

Perbedaan bank konvensional dan syariah yang paling banyak diketahui adalah penerapan sistem bunga. Bank konvensional menggunakan suku bunga sebagai acuan dasar dan keuntungan. 

Sedangkan bank syariah tidak menggunakan sistem bunga, tetapi imbal hasil atau nisbah. Bagi hasil diperoleh dari pembagian keuntungan antara bank dan nasabah.

8. Hubungan Nasabah dan Bank

Hubungan nasabah dan bank juga menjadi perbedaan mendasar bagi bank konvensional dan bank shyariah. 

Di bank konvensional, hubungan antara nasabah dan bank, dikenal sebagai debitur dan kreditur. Nasabah bank konvensional berperan sebagai kreditur, sementara bank berperan sebagai debitur.

Sementara di bank syariah, hubungan antara nasabah dan bank terbagi menjadi 4 jenis, meliputi penjual-pembeli, kemitraan, sewa dan penyewa. 

Dalam penggunaan akad murabahah, istishna, dan salam, pihak bank berperan sebagai penjual dan nasabah sebagai pembeli. Akad musyarakah dan mudharabah memperlakukan hubungan kemitraan. Akad ijarah memposisikan bank sebagai pemberi sewa dan nasabah sebagai penyewa.

Demikian perbedaan Bank Syariah dan Konvensional yang ternyata tak hanya soal riba dan bagi hasil. 


Editor : Jeanny Aipassa

BERITA TERKAIT