Rupiah Sepekan Anjlok 1,88 Persen ke Rp16.595, Level Terburuk sejak Juni 1998

Anggie Ariesta
Nilai tukar rupiah anjlok 1,88 persen dalam sepekan perdagangan. (Foto: dok iNews)

"BI terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah dan otoritas terkait serta mengoptimalkan strategi bauran kebijakan untuk mendukung ketahanan eksternal ekonomi Indonesia," ucap Ramdan.

Di sisi lain, Pengamat mata uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan, rupiah anjlok karena salah satunya kebijakan Presiden AS Donald Trump terkait tarif untuk Kanada, Meksiko dan China.

Selain itu, yang juga membebani sentimen investor, data menunjukkan klaim pengangguran AS melonjak lebih dari yang diharapkan pada minggu sebelumnya, sementara laporan pemerintah lainnya menegaskan kembali bahwa pertumbuhan ekonomi melambat pada kuartal keempat.

"Pasar juga menunggu rilis indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi AS yang akan datang pada hari Jumat, untuk mencari wawasan tentang keputusan suku bunga Federal Reserve di masa mendatang," ujar Ibrahim.

Dari sentimen domestik, pasar merespons negatif terhadap badai pemutusan hubungan kerja (PHK) di industri manufaktur masih terus berlanjut imbas banyaknya pabrik yang menutup operasinya, baik karena kebangkrutan maupun hengkangnya investor asing dari Indonesia.

Dengan demikian, untuk perdagangan pekan depan Ibrahim memprediksi rupiah akan bergerak fluktuatif, namun ditutup kembali melemah di rentang Rp16.580-Rp16.670.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
1 hari lalu

Tok! BI Tahan Suku Bunga di 5,75 Persen

3 hari lalu

Purbaya Pastikan Pemindahan Dana SAL ke Himbara Tak Ganggu Koordinasi dengan BI

4 hari lalu

BI Catat Penyerapan Tenaga Kerja Melambat di Triwulan II 2026, Ini Datanya

6 hari lalu

Terungkap! Ini Alasan Secret Service hingga FBI Ikut Uji Keaslian Dolar AS Sitaan Kasus Eks Jampidsus Febrie Adriansyah

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal