Dia menyatakan, minat terhadap risiko kelihatannya kembali lagi ke pasar. Hal ini terlihat dari positifnya bursa saham Jepang dan China pagi ini dan juga tren positif saham AS pada perdagangan kemarin.
Selain itu, adanya progres positif antara negosiasi dagang antara AS dan China. Hal ini pun akan berimbas pada perekonomian global.
"Rupiah berpeluang menguat terhadap Dolar AS hari ini. Potensi range di kisaran Rp14.220-14330," ujarnya kepada iNews.id, Selasa (11/3/2019).
Kendati demikian, pasar akan mewaspadai perkembangan Brexit dengan dimulainya lobi oleh pemerintahan Theresa May. Brexit yang No Deal ini akan mendorong kekhawatiran pasar dan bisa berimbas ke pelemahan rupiah.