JAKARTA, iNews.id - Kehadiran sektor Peer to Peer (P2P) Lending dalam industri pembiayaan berbasis financial technology (fintech) di Indonesia tidak semulus yang diharapkan. Banyak pihak yang ragu menggunakan layanan finansial modern tersebut, dengan alasan tidak aman.
Sebagian masyarakat menilai tidak ada jaminan dalam skema kerja yang diterapkan perusahaan P2P. Berangkat dari masalah itu, platform Danain hadir sebagai alternatif bagi siapapun yang ingin berinvestasi dengan aman, mudah, dan menguntungkan.
Danain mengharuskan peminjam menyerahkan agunan emas kepada PT Mas Agung Sejahtera (PT MAS) selaku mitra. Melalui metode tersebut, Danain berkomitmen untuk menjaga Non Performing Loan (NPL) tetap berada di angka 0 persen.
Lahirnya Danain dalam keluarga P2P Lending di Tanah Air tidak lepas dari sosok cerdas dan bertalenta di belakangnya. Mereka adalah Sutanto Adi Lunarso, yang merupakan Co-Founder & Director Danain, serta Budiardjo Rustanto selaku Co-Founder & CEO Danain. Dua anak bangsa inilah yang akhir tahun lalu berhasil menelurkan platform P2P Lending pertama beragunan di Indonesia.
Lunarso dan Budiardjo bukanlah pemain baru di industri finansial dalam negeri. Keduanya punya pengalaman panjang dan prestasi yang mengagumkan dalam bidang tersebut. Lunarso, misalnya. Pria kelahiran Surabaya 23 Juni 1981 ini mengantongi dua gelar, yakni BS Computer Engineering dan MS Computer Science dari University at Buffalo, Amerika Serikat. Ia pun punya kisah menarik di awal kariernya.