“Jadi masih terdapat kesenjangan yang cukup besar antara indeks inklusi dan literasi keuangan, sehingga masyarakat perlu dibekali dengan pengetahuan untuk membuat keputusan keuangan yang cerdas dan memahami berbagai pilihan perencanaan keuangan yang tersedia, misalnya perlindungan asuransi untuk keluarga. Apalagi dalam situasi pandemi yang menyebabkan berbagai tekanan dan ketidakpastian ekonomi, pemahaman keuangan harus kian ditingkatkan," ujar Indrijati.
Menurut dia, upaya-upaya untuk meningkatkan literasi keuangan di Indonesia sangat penting guna membantu individu menghindari kerapuhan ekonomi di masa depan. Untuk itu, edukasi melalui pelatihan menjadi salah satu pilar utama inisiatif Community Investment perusahaan dalam memberdayakan masyarakat.
Indrijati mengungkapkan, Community Investment Prudential telah melakukan berbagai rangkaian inisiatif yang strategis untuk meningkatkan literasi keuangan masyarakat Indonesi.
Sejak 2019, Community Investment Prudential telah melakukan serangkaian kegiatan untuk meningkatkan literasi keuangan, antara lain edukasi literasi keuangan untuk perempuan, anak, komunitas ekonomi syariah, dan UMKM, serta survei nasional Literasi dan Inklusi Keuangan.
Khusus untuk kaum perempuan, indeks literasi keuangan perempuan Indonesia juga masih tertinggal dibandingkan laki-laki yaitu 36,13 persen pada 2019. Melalui edukasi literasi keuangan yang dilakukan Community Investment, manfaatnya dapat dirasakan sekitar 41.000 perempuan.