JAKARTA, iNews.id – Exchange Traded Fund (ETF) merupakan instrumen investasi yang memungkinkan investor untuk memiliki portofolio yang terdiversifikasi. ETF adalah reksa dana berbentuk kontrak investasi kolektif yang unit penyertaannya diperdagangkan di Bursa Efek.
Jika reksa dana umumnya dibeli dan dijual melalui Manajer Investasi, ETF justru diperdagangkan di Bursa Efek layaknya saham. Artinya, investor dapat membeli maupun menjual unit penyertaan ETF secara langsung selama jam perdagangan bursa. Dengan demikian, ETF menggabungkan manfaat diversifikasi dari reksa dana dengan fleksibilitas transaksi seperti saham.
Head of Retail Distribution & Business Development MNC Sekuritas Luqman El Hakiem mengatakan bahwa pemahaman terhadap karakteristik dan risiko setiap instrumen investasi menjadi hal penting bagi investor sebelum mengambil keputusan.
“Investor perlu membekali diri dengan pemahaman instrumen investasi di pasar modal sehingga lebih bijak dalam menentukan strategi investasi, termasuk dalam memanfaatkan peluang investasi ETF sesuai dengan profil risiko dan tujuan keuangannya,” ujar Luqman.
Sebagaimana instrumen investasi lainnya, ETF bukan berarti bebas dari risiko. Memahami berbagai potensi risiko yang melekat pada ETF merupakan langkah penting agar setiap keputusan investasi dapat dilakukan secara lebih bijak dan sesuai dengan tujuan keuangan. MotionTrade telah merangkum 4 (empat) tips untuk mengelola risiko investasi ETF, yaitu: