1. Pahami Market Risk
Nilai ETF akan mengikuti naik turunnya pasar. Ketika pasar melemah, nilai ETF juga berpotensi turun. Oleh karena itu, penting untuk memiliki tujuan investasi yang jelas dan tetap berfokus pada strategi dan tidak perlu panik saat pasar sedang berfluktuasi.
2. Perhatikan Likuiditas ETF
Setiap ETF memiliki tingkat likuiditas yang berbeda. ETF dengan volume transaksi yang tinggi umumnya lebih mudah diperjualbelikan dengan harga yang mendekati nilai wajarnya. Untuk pemula, pilihlah ETF yang indeks acuannya sudah mapan, seperti yang berbasis IDX30 atau LQ45.Hindari ETF dengan likuiditas rendah karena bisa sulit dijual saat dibutuhkan.
3. Perhatikan Biaya Investasi
Selain memperhatikan potensi imbal hasil, investor juga perlu memahami biaya yang terkait dengan investasi ETF. ETF diperdagangkan di bursa sehingga setiap transaksi beli maupun jual dikenakan biaya transaksi sesuai ketentuan perusahaan sekuritas. Hindari terlalu sering melakukan transaksi tanpa strategi yang jelas.
4. Perhatikan Tracking Error
Tracking error menunjukkan kinerja ETF mengikuti indeks acuannya. Semakin kecil tracking error, semakin baik ETF dalam mereplikasi pergerakan indeks tersebut. Anda dapat melihat data historis ETF untuk mengetahui konsistensi kinerjanya.
Memahami risiko bukan berarti harus menghindari investasi, melainkan menjadi bekal untuk mengambil keputusan yang lebih tepat. Dengan strategi yang matang, ETF dapat menjadi salah satu pilihan investasi untuk membangun portofolio.
Anda juga dapat mencoba peluang investasi Exchange Traded Fund sekaligus mengikuti program dari Bursa Efek Indonesia yaitu Investor Reward Program 2026 berhadiah lebih dari Rp250 juta. Semakin tinggi dan aktif transaksi, maka semakin besar kesempatan Anda untuk memenangkan reward dalam program ini. Informasi lebih lanjut mengenai Investor Reward Program 2026 dapat Anda kunjungi melalui bit.ly/idxirp2026.