Aktiva luar negeri bersih juga menunjukkan perbaikan. Pada September 2026, komponen ini tumbuh 1,0 persen yoy setelah mengalami kontraksi 6,6 persen yoy pada bulan sebelumnya.
Sementara itu, penyaluran kredit masih tumbuh positif sebesar 12,7 persen yoy. Meski demikian, pertumbuhannya melambat dibandingkan Agustus 2026 yang mencapai 13,3 persen yoy.
BI memberikan catatan bahwa perhitungan kredit dalam laporan tersebut hanya mencakup pinjaman (loans). Perhitungan ini tidak memasukkan instrumen keuangan yang dipersamakan dengan pinjaman, seperti surat berharga (debt securities), tagihan akseptasi (banker's acceptances), dan tagihan repo.
Cakupan tersebut juga tidak termasuk kredit dari kantor bank umum yang berkedudukan di luar negeri, serta kredit yang disalurkan kepada Pemerintah Pusat dan bukan penduduk.
Selain M2, BI mencatat uang primer atau M0 adjusted mencapai Rp2.353,1 triliun pada September 2026. Pertumbuhannya tercatat sebesar 9,3 persen yoy, melambat dibandingkan Agustus 2026 yang mencapai 16,3 persen yoy.