Wall Street Melemah Didorong Rencana Pemotongan Pajak

Ranto Rajagukguk
Wall Street melemah setelah adanya isu bahwa DPR berencana mendorong pemotogan pajak (Foto: Reuters/Ilustrasi)

NEW YORK, iNews.id - Wall Street kembali melemah pada perdagangan Senin 30 Oktober 2017 setelah adanya laporan bahwa DPR sedang mempertimbangkan menurunkan tingkat pajak perusahaan Amerika Serikat secara bertahap.

Mengutip CNBC, Selasa (31/10/2017), berdasarkan laporan Bloomberg, rencana yang sedang dibahas oleh DPR tersebut akan memangkas pajak sebesar 20% pada tahun 2022.

Indeks Dow Jones turun 85,45 poin dengan ditutup 23.348,74. Bahkan sepanjang perdagangan sempat turun lebih dari 100 poin.

Sementara indeks S & P 500 ditutup turun 0,3% di level 2.572,83 setelah laporan tersebut.

Adapun Nasdaq Compisite berakhir di level 6.698,96 setelah mencapai rekor intraday awal sesi.

Harapan pemotongan pajak makin tinggi baru-baru ini setelah DPR mengeluarkan sebuah rencana anggaran yang didukung oleh Senat. Persetujuan anggaran di DPR memungkinkan Senat mengeluarkan undang-undang dengan mayoritas sederhana, daripada memilih 60 suara supermajoritas yang biasanya diperlukan untuk mengakhiri debat dan memindahkan undang-undang ke pemungutan suara.

"Saya akan mengatakan banyak dari harga itu, setidaknya jika Anda melihat Russell 2000 sebagai proxy untuk penerima pajak yang lebih rendah," kata Peter Boockvar, analis pasar utama di The Lindsey Group.

Editor : Ranto Rajagukguk
Artikel Terkait
8 jam lalu

Trump Tak Main-Main soal Nuklir Iran, Menlu Rubio: Bukan Sekadar Isu Politik

12 jam lalu

Pemilu AS Tak Pengaruhi Perang Iran, Rubio: Trump Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata

12 jam lalu

Dihantam Rudal dan Drone Iran, Ini Daftar Pangkalan AS di Timur Tengah yang Rusak

13 jam lalu

Menlu AS: Iran Keliru jika Beranggapan Hasil Pemilu Sela Akan Pengaruhi Perang

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal