Wall Street Sambut Data Inflasi Pekan Depan, Bagaimana Pergerakannya?

Dinar Fitra Maghiszha
Bursa Wall Street akan menyambut sejumlah data makroekonomi pada perdagangan pekan depan, salah satunya data inflasi produsen dan konsumen AS. (Foto: Istimewa)

Namun, laju suku bunga yang tak kunjung berakhir mendorong kenaikan imbal hasil atau yield surat utang negara alias treasury, sehingga menekan daya pikat investor terhadap aset berisiko seperti saham.

Chief Investment Strategist BMO Wealth Management, Yung-Yu Ma mewaspadai adanya kenaikan inflasi ketika pertumbuhan upah pekerja masih terlalu tinggi. Ini dinilai dapat menjadi alasan The Fed untuk tetap melanjutkan pengetatan moneternya.

"The Fed hanya peduli soal inflasi yang rendah. Jika itu terjadi, maka narasinya akan berubah," ucapnya.

Setelah melewati minggu terberat dalam dua bulan perdagangan terakhir, tiga indeks utama AS berakhir variatif pada akhir pekan ini. S&P 500 naik 0,2 persen, tetapi masih tertekan 1,1 persen sepekan, yang merupakan kinerja terburuk sejak Desember. Dow Jones Industrial Average naik 0,5 persen, sedangkan Nasdaq turun 0,6 persen.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
Internasional
5 jam lalu

Diam-Diam, Amerika dan Iran Jalin Komunikasi soal Demo Rusuh dan Nuklir

Internasional
7 jam lalu

Pangeran Saudi MBS Telepon Langsung Trump, Minta Batalkan Serangan ke Iran

Internasional
8 jam lalu

Cekcok dengan Macron, Trump Tak Akan Hadiri Pertemuan Darurat G7

Internasional
9 jam lalu

Trump Ancam Lenyapkan Iran jika Dirinya Terbunuh

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal