"Kita punya ibu kota baru itu adalah smart city, juga smart goverment, bisa fleksibel dalam hal pekerjaanya. Tetapi yang penting, mereka bisa men-deliver pekerjaannya, assignment-nya bahkan dia bisa me-reply bila ada yang kurang tepat dan seterusnya," tuturnya.
Lewat smart city, Suharso menilai, sistem layanan pemerintahan nantinya akan mengandalkan berbagai teknologi mulai dari komputasi awan (iCloud), Internet of Things (IoT), hingga blockchain.
"Jadi tidak semuanya (ASN) mungkin harus di dalam gedung, mungkin nanti dirjen-dirjen tertentu tidak ada di ibu kota, tapi tetap ada gedung bersama, ada ruang bersama yang bisa dipakai," uja Suharso.