JAKARTA, iNews.id - Kinerja ekspor non minyak dan gas (migas) selama empat tahun pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla (Jokowi-JK) dinilai belum memuaskan.
Kinerja ekspor nonmigas tercatat hanya tumbuh sekitar 4,88 persen dibandingkan empat tahun lalu. Pada 2017, nilai ekspor migas tercatat 153,08 miliar dolar AS, hanya naik 7,2 miliar dolar AS dibanding tahun 2014 sebesar 145,96 miliar dolar AS.
Perjalanan kinerja ekspor nonmigas cukup bergejolak. Pada 2015 misalnya, ekspor nonmigas tercatat 131,79 miliar dolar AS, anjlok 9,7 persen meski berangsur pulih pada 2016 yang naik 0,2 persen dan 2017 yang tumbuh 15,9 persen.
Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan, Kementerian Perdagangan (Kemendag) menargetkan pertumbuhan ekspor tahun ini sebesar 11 persen. Secara kumulatif, nilai ekspor nonmigas Januari-September 2018 sebesar 122,31 miliar dolar AS tumbuh 9,29 persen. Sementara keseluruhan ekspor, termasuk ekspor migas mencapai 134,99 miliar dolar AS, tumbuh 9,41 persen.
"Pak Menko (Darmin Nasution) tadi mengatakan, sebenarnya cukup dengan 6,8 persen tapi sampai dengan saat ini (September 2018) baru mencapai 9,41 persen di tengah situasi penuh ketidakpastian," ujar Mendag di Jakarta, Selasa (23/10/2018).