Ada Ketidakpastian Global, Kadin Sebut Asumsi Makro di RAPBN 2020 Sudah Rasional

Antara
Kadin Indonesia menilai Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2020 yang disusun pemerintah, rasional. (Foto: Shutterstock)

Kendati didesain secara hati-hati, RAPBN 2020 juga bersifat responsif yang ditunjukkan melalui kebijakan sisi penerimaan maupun dari kebijakan belanja untuk ikut serta menyelesaikan masalah-masalah fundamental maupun antisipasi terjadi kondisi cyclical.

"Maka dari itu kami juga akan terus menjaga APBN itu sesuai dengan kondisi dan situasi yang dihadapi dengan tetap fokus kepada tujuan kita bernegara," kata Menkeu.

Presiden Joko Widodo dalam pidato RAPBN 2020 serta Nota Keuangannya mengatakan tingkat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2020 dipatok sebesar 5,3 persen dengan penggerak utama adalah konsumsi dan investasi. Pemerintah juga menetapkan asumsi ekonomi makro lainnya, yaitu tingkat inflasi akan tetap dijaga rendah pada tingkat 3,1 persen untuk mendukung daya beli masyarakat.

Di tengah kondisi eksternal yang masih dibayangi oleh ketidakpastian, nilai tukar rupiah diperkirakan berada di kisaran Rp14.400 per dolar Amerika Serikat.

Editor : Ranto Rajagukguk
Artikel Terkait
Mobil
28 hari lalu

Indonesia Bisa Produksi Lebih dari 400.000 Pikap per Tahun, Kenapa Malah Impor?

Mobil
28 hari lalu

Kadin Tegaskan Impor 105.000 Pikap dari India Ancam Industri Otomotif

Nasional
28 hari lalu

Kadin Minta Presiden Batalkan Rencana Impor 105.000 Unit Pikap dari India

Nasional
4 bulan lalu

Kadin Indonesia Galang Dana untuk Korban Banjir Sumatera di Rapimnas 2025

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal