Seperti diketahui, Presiden Joko Widodo (Jokowi) tengah menyeleksi ketat para pimpinan BUMN strategis termasuk PLN dan Pertamina. Pasalnya, kedua perusahaan berpelat merah ini memiliki peranan penting untuk ketahanan energi.
Pertamina diamanatkan untuk mengerem impor bahan bakar minyak (BBM) agar bisa mengurangi defisit transaksi berjalan (current account deficit/CAD). Sementara PLN masih dibayangi masalah finansial sehingga bisnisnya perlu dikembangkan agar bisa menambal hal ini.
"Pertamina terintegrasi bisnis hulu dan hilir migas. Plus mengerjakan PSO untuk penyediaan BBM di Indonesia. Saat ini menjadi tulang punggung dalam pembangunan Infrastruktur energi khususnya migas," tutur dia.