AS Perpanjang GSP, Indonesia Siap Kalahkan Thailand

Suparjo Ramalan
Duta Besar Indonesia untuk AS, Muhammad Lutfi. (Foto: Okezone)

Sementara, lanjut Lutfi, Vietnam baru-baru ini juga mendapatkan tuduhan dari AS terkait manipulasi kurs. Tak hanya itu, AS juga menuding Vietnam melakukan aktivitas penebangan kayu ilegal untuk produk furnitur.

"Saya bisa melihat dalam 1-2 tahun mendatang furnitur akan tumbuh hebat sekali. Ini karena pesaing utama kita di ASEAN, Vietnam, dituduh melakukan ilegal manipulation dari kayu yang ilegal," ujar Lutfi.

Mantan Kepala BKPM itu menambahkan, pemerintah akan berupaya mendorong seluruh pelaku usaha, termasuk UKM untuk menikmati fasilitas GSP.

"Jadi kalau hari ini kita mendapatkan 2,6 miliar dolar AS ekspor kita menggunakan fasilitas GSP, pada waktu 3-4 tahun kemudian kita menargetkan setidaknya pertumbuhannya menjadi 7,1 miliar dolar AS, atau naik kira-kira 300 persen dari hari ini," tuturnya.

Editor : Rahmat Fiansyah
Artikel Terkait
9 hari lalu

4 Eks Pejabat LPEI Divonis 6 Tahun Penjara, Dinyatakan Bersalah di Kasus Korupsi Pembiayaan Ekspor

11 hari lalu

Punya 25 Perjanjian Dagang, Indonesia Bidik Ekspor Otomotif ke Lebih dari 100 Negara

15 hari lalu

Ekspor Telur dan Ayam Indonesia Meningkat, Kementan Bidik Pasar Baru

17 hari lalu

Prabowo di KTT BRICS: RI Bertahun-tahun jadi Pengimpor, Kini Negara Pengekspor

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal