JAKARTA, iNews.id – Pemerintah menyoroti harga beras medium yang mulai melambung tinggi karena minimnya pasokan di pasar. Bahkan, data Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC) Jakarta menunjukkan, pasokan beras medium hanya sekitar 15 persen dari seluruh stok yang ada di sana.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan, kenaikan harga beras medium belakangan ini di tengah kondisi stok beras yang cukup, sebagai sebuah anomali. "Jadi, yang kita tunggu adalah turun. Ini ada anomali. Kita serahkan ke satgas pangan saja dan kita mengimbau kepada semua pihak, supaya jangan mengubah harga,” kata Amran di Jakarta, Kamis (8/11/2018).
Sementara itu, Direktur Utama PT Food Station Tjipinang Jaya Arief Prasetyo Adi mengatakan, ketersediaan beras medium menurun karena ada kecenderungan diubah menjadi beras premium. "Artinya kalau panennya segitu kemudian mereka prefer ke premium, karena marginnya lebih tinggi. Ini adalah mekanisme ekuilibrium baru, ini fenomena yang terjadi. Jadi bukan masalah produksi,” kata Arief.
Dia memaparkan, spefikasi beras premium yang sesungguhnya hanya 5 persen broken. Namun, spefikasi beras premium yang kini ada di pasar, yaitu 15 persen broken dengan jumlah melebihi beras medium.
"Kalau saya melihatnya ini lebih baik. Jadi orang ngambilnya berasnya yang lebih baik. Enggak mau lagi beras medium,” tutur dia.