Bank Dunia Pastikan Defisit Transaksi Berjalan RI Akan Melebar

Ade Miranti Karunia Sari
Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

Dengan komitmen yang ditunjukkan oleh otoritas fiskal dan moneter terhadap stabilitas ekonomi, tekanan berkelanjutan dari gejolak global kemungkinan akan menimbulkan pengetatan tambahan terhadap kondisi ekonomi makro.

Bank Indonesia (BI) sebelumnya mencatat defisit transaksi berjalan pada triwulan II-2018 tercatat 8 miliar dolar AS atau 3 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan defisit triwulan I-2018 sebesar 5,7 miliar dolar AS atau 2,2 persen dari PDB.

Direktur Eksekutif Kepala Departemen Statistik BI Yati Kurniati mengatakan, peningkatan ini terjadi seiring dengan menguatnya ekonomi nasional. Pertumbuhan ekonomi pada periode tersebut didorong oleh peningkatan konsumsi dan investasi di mana sektor yang paling berkontribusi adalah sektor manufaktur.

Editor : Ranto Rajagukguk
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Kejar Indonesia, Vietnam dan Filipina Naik Kelas Jadi Negara Menengah Atas

57 tahun lalu

IHSG Diprediksi Lanjutkan Reli Pekan Depan, Ini Faktor Pendorongnya

57 tahun lalu

Purbaya Sebut World Bank Salah Hitung Proyeksi Ekonomi Indonesia

57 tahun lalu

Bank Dunia Sebut Ekonomi Indonesia Kuat Hadapi Tekanan Harga Energi Global

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal