Bank Dunia: Rupiah Masih Stabil, BI Belum Perlu Naikkan Suku Bunga

Isna Rifka Sri Rahayu
Bank Dunia menilai Bank Indonesia (BI) belum perlu menaikkan suku bunga acuan 7-Day Reverse Repo Rate yang saat ini berada di level 4,25 persen. (Foto: Ilustrasi/Okezone.com)

Kepala Ekonom Bank Dunia untuk Kawasan Asia Timur dan Pasifik Sudhir Shetty mengatakan, saat ini The Fed berpotensi melakukan normalisasi kebijakan moneter lebih cepat dari yang diprediksi sebelumnya.

Bila itu terjadi, kata dia, maka risiko yang dihadapi negara-negara berkembang semakin tinggi. Untuk itu, diharapkan stabilitas ekonomi makro tetap terjaga untuk mencegah dana asing keluar lebih cepat. Sudhir juga menyarankan otoritas moneter mempertimbangkan opsi untuk menaikkan suku bunga.

"Negara-negara kawasan perlu mempertimbangkan pengetatan kebijakan moneter dan melanjutkan penguatan peraturan makroprudensial," katanya.

Menurut Sudhir, risiko terbesar dari kebijakan The Fed akan menimpa negara-negara yang memiliki tingkat utang yang tinggi atau memiliki pertumbuhan kredit yang cepat. Kenaikan suku bunga dinilainya juga bisa menjadi obat untuk menghadapi risiko jangka pendek.

Namun dalam jangka panjang, Sudhir mendorong negara-negara berkembang untuk meningkatkan investasi, baik investasi pemerintah maupun swasta. Selain itu, produktivitas dan sumber daya manusia juga menjadi hal yang tetap harus menjadi perhatian pemerintah.

Selain normalisasi kebijakan moneter, Sudhir juga menyoroti prospek perang dagang antara AS dan China. Untuk itu, dia menyarankan Indonesia untuk segera mempercepat kerangka kerja sama perdagangan multilateral seperti Masyarakat Ekonomi ASEAN, Kerja sama Trans Pasifik, dan Belt & Road Initiative dengan China

Editor : Rahmat Fiansyah
Artikel Terkait
Makro
18 hari lalu

Breaking News: BI Rilis Aturan Baru Beli Dolar AS, Kini Dibatasi Maksimal 50.000 per Bulan

Nasional
18 hari lalu

BI Tahan Suku Bunga Acuan 4,75 Persen di Maret 2026

Nasional
20 hari lalu

Utang Luar Negeri RI Naik Jadi Rp7.389 Triliun per Januari 2026

Nasional
30 hari lalu

Cadangan Devisa RI Turun Jadi 151,9 Miliar Dolar AS per Februari 2026, Ini Penyebabnya

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal