Birokrasi Makin Efisien, Peringkat Daya Saing Indonesia Lompat ke Posisi 32

Rahmat Fiansyah
Performa ekspor impor masih menjadi sorotan yang harus diperbaiki untuk meningkatkan daya saing. (Foto: ilustrasi/Ant)

Selain harga, kondisi ekonomi domestik juga naik dari peringkat 10 menjadi 7. Investasi dan penyerapan tenaga kerja juga membaik, kecuali ekspor impor yang turun dari peringkat 51 menjadi 59.

Dari faktor efisiensi birokrasi, seluruhnya meningkat yaitu APBN, kebijakan pajak, kerangka kelembagaan, aturan bisnis, dan kerangka sosial. Begitu juga dengan efisiensi bisnis yang meningkat, terutama praktik manajemen.

Sementara peringkat infrastruktur terus mengalami perbaikan secara gradual di berbagai hal, mulai dari infrastruktur dasar hingga pendidikan.

Bris menyebutkan berbagai tantangan masih harus dihadapi Indonesia di antaranya pertumbuhan ekonomi yang stagnan seiring lesunya kredit, struktur industri dasar dan kimia yang masih kurang, implementasi aturan yang inkonsisiten, SDM dan produktivitas tenaga kerja yang masih rendah, dan risiko perubahan arah kebijakan nasional.

Editor : Rahmat Fiansyah
Artikel Terkait
Bisnis
11 bulan lalu

Menaker Sebut Klaim JKP Jadi 60 Persen Gaji untuk Respons Penurunan Daya Saing Industri

Bisnis
1 tahun lalu

Rosan Ungkap Realisasi Investasi Tembus Rp6.931 Triliun sejak 2019

Bisnis
2 tahun lalu

Daya Saing RI Naik ke Peringkat 27, Nomor 3 di ASEAN

Bisnis
2 tahun lalu

Jokowi Ungkap Penyebab RI Kalah Saing dengan Negara Lain, Apa Itu?

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal