BPS Catat Inflasi September 2025 Tembus 0,21% gegara Harga Cabai hingga Perhiasan

Iqbal Dwi Purnama
Ilustrasi harga cabai hingga perhiasan mendorong inflasi jadi 0,21 persen di September 2025. (Foto: ist)

"Komoditas yang juga memberikan andil inflasi adalah emas perhiasan, dengan andil inflasi 0,08 persen. Sigaret Kretek Mesin (SKM), biaya kuliah, dan Sigaret Kretek Tangan (SKT)," sambungnya.

Habibullah menambahkan sebanyak 24 provinsi mengalami inflasi, sementara 14 provinsi lainnya mencatat deflasi. Secara nasional, inflasi tertinggi terjadi di Provinsi Riau, sedangkan deflasi terdalam tercatat di Papua Selatan.

Riau mencatat inflasi tertinggi sebesar 1,11 persen, disusul Bengkulu 0,97 persen, Papua Barat 0,97 persen, serta Sumatera Barat 0,85 persen. Inflasi di provinsi-provinsi tersebut terutama dipengaruhi oleh kenaikan harga pangan bergejolak.

Di sisi lain, Papua Selatan mengalami deflasi terdalam yakni minus 1,08 persen, diikuti Papua Pegunungan minus 0,75 persen, Papua minus 0,43 persen, dan Maluku minus 0,29 persen. 

Sementara itu, inflasi tahunan September 2025 tercatat sebesar 2,65 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Beberapa kelompok pengeluaran yang memberikan andil terbesar dalam inflasi tahunan ini dari sisi harga makanan, minuman, dan tembakau yang mengalami inflasi 5,01 persen dan memberikan andil inflasi 1,43 persen.

Lalu, kelompok pengeluaran untuk perawatan pribadi, dan jasa lainnya mengalami kenaikan 9,59 persen secara tahunan, dan memberikan andil inflasi sebesar 0,62 persen.

"Inflasi tahunan September 2025 lebih tinggi dibandingkan inflasi tahunan September 2024," pungkas Habibullah.

Editor : Puti Aini Yasmin
Artikel Terkait
21 jam lalu

BPS Ungkap Akta Kelahiran Bisa Telat 5 Tahun, Ortu Baru Urus saat Anak Mau Sekolah

1 hari lalu

BPS Ungkap 6 Persen Anak Belum Punya Akta Kelahiran, Terbanyak di Papua dan NTT

3 hari lalu

Harga Pangan Hari Ini Naik, Cabai Keriting hingga Daging Ayam Kompak Melejit

6 hari lalu

Airlangga Ungkap Jumlah Orang Bekerja Lebih Banyak daripada PHK, Ini Data Terbarunya

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal