Budi Waseso Tanggapi Data Impor Beras BPS 2020: Itu Beras Khusus

Suparjo Ramalan
Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso. (Foto: iNews.id)

JAKARTA, iNews.id - Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) mengklarifikasi impor beras yang masuk ke Indonesia sejak 2020 lalu. Keberadaan beras produksi perusahaan asing itu disebut sebagai beras khusus. 

Direktur Utama Bulog Budi Waseso menyebut, beras khusus tersebut tidak diimpor pemerintah, namun oleh perusahaan swasta. Beras itu diperuntukkan bagi kepentingan atau kebutuhan bisnis swasta. 

"Memang Bulog selama tiga tahun ini tidak pernah impor. Toh kalau memang ada evaluasi dari data BPS (Badan Pusat Statistik), kalau ada beras masuk, itu adalah beras khusus. Untuk rekan-rekan pahami, beras khusus ini ada untuk kebutuhan khusus di antaranya praja monica. Itu hanya untuk kepentingan khusus, untuk kebutuhan restoran yang bersifat khusus, jadi bukan Bulog yang impor, tapi itu swasta," ujar Budi dalam konferensi pers virtual, Senin (29/3/2021).

Baru-baru ini, BPS merilis adanya impor beras sebanyak 356.286 ton. Impor tersebut dilakukan sejak Januari-Desember 2020. Dari data tersebut, impor paling banyak berasal dari Pakistan yakni sebesar 110.516 ton atau senilai 41,51 juta dolar AS.

Kedua, impor beras asal Vietnam dengan total sebanyak 88.716 ton atau setara 51,1 juta dolar AS. Angka ini tergolong lebih mahal dibandingkan Pakistan.

Editor : Ranto Rajagukguk
Artikel Terkait
Nasional
11 hari lalu

Bapanas Temukan Minyakita Dijual di Atas HET, Satgas Pangan Turun Tangan

Nasional
11 hari lalu

Pemerintah Impor 1.000 Ton Beras dari AS, Pastikan Tak Berdampak terhadap Produksi Nasional

Nasional
14 hari lalu

Bulog Gelontorkan 1 Juta Liter Minyakita di Jakarta dan Banten selama Ramadan 2026

Nasional
29 hari lalu

Serapan Beras Naik 700 Persen di Awal 2026, Pemerintah Buka Peluang Ekspor

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal