Dampak Lockdown, Menkeu AS Sebut Ekonomi Bisa Rusak Permanen

Djairan
Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin. (Foto: Washington Post)

Menurut Mnuchin, ratusan miliar dolar AS dalam bentuk hibah dan pinjaman kepada keluarga dan bisnis telah disalurkan untuk meringankan beban ekonomi negara akibat pandemi.

"Kita harus mengambil langkah-langkah yang belum pernah terjadi untuk menutup bagian-bagian penting ekonomi demi kepentingan kesehatan masyarakat. Kita akan mendapati pengangguran tetap akan tinggi dan indikator negatif lainnya,” ujar dia.

Mnuchin juga memperingatkan ekonomi mungkin mengalami kerusakan permanen jika negara memperpanjang lockdown selama berbulan-bulan.

Namun, dia optimistis akan kemajuan pada vaksin yang sedang dibuat, obat antivirus, yang sedang diuji coba. Bekerja sama erat dengan gubernur-gubernur, pemerintah mulai membuka bisnis dengan meminimalkan risiko bagi pekerja dan konsumen. “Kami berharap kondisi ekonomi akan membaik dalam triwulan ketiga dan keempat,” ujar dia.

Jumlah kematian akibat virus corona di AS kini melampaui 90.000, sejauh ini tercatat sebagai yang terbesar di dunia. Jumlah kematian pada awal Agustus diperkirakan 143.000.

Editor : Ranto Rajagukguk
Artikel Terkait
Internasional
12 jam lalu

30% Korban Tewas Serangan AS-Israel ke Iran Anak-Anak, Rudal Ditembak dari UEA

Internasional
17 jam lalu

Negara-Negara Teluk Marah ke AS usai Wilayahnya Digempur Drone Iran Tanpa Peringatan

Internasional
19 jam lalu

Baru 100 Jam Serang Iran, Biaya Perang AS sudah Tembus Rp60 Triliun

Nasional
23 jam lalu

Jokowi Ungkap Isi Pertemuan Prabowo dengan Para Mantan Presiden dan Wapres, Bahas 2 Hal Ini

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal