Kendati penyebab naiknya harga rumah disebabkan bahan bangunan dan upah, responden menyatakan, faktor utama yang membuat orang enggan membeli rumah adalah tingginya suku bunga KPR (20,11 persen), tingginya uang muka (down payment/DP) rumah (18,72 persen), pajak (15,73 persen), lamanya perizinan (13,92 persen), dan kenaikan harga bangunan (12,39 persen). Mengenai suku bunga KPR, rata-rata suku bunga tertinggi terjadi di Gorontalo yaitu 13,95 persen per tahun sementara suku bunga KPR terendah ada di Yogyakarta yakni 10,18 persen per tahun.
KPR memang masih menjadi fasilitas favorit para pembeli atau calon pembeli rumah. Sekitar 76 persen responden mengaku menggunakan KPR untuk membeli rumah sementara 16,77 persen menggunakan uang tunai bertahap dan sisanya 7,3 persen menggunakan uang tunai langsung dalam membeli rumah.
Berbeda dengan harga rumah, biaya sewa tempat tinggal justru tercatat tumbuh sedikit melambat. Pada kuartal IV-2017, biaya sewa naik 0,33 persen, lebih lambat dibandingkan kuartal III-2017 yang naik 0,35 persen.