Demi Rupiah, Beberapa Proyek Listrik dari Program 35.000 MW Ditunda

Isna Rifka Sri Rahayu
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan. (Foto: iNews.id/Isna Rifka)

"Tidak dibatalkan, karena konsumsi listrik, pertumbuhan listrik tahun lalu 7 persen. Triwulan II itu 4,7 persen. Tahun ini estimasi bisa maksimum sekitar 6 persen sedangkan target APBN 8 persen. Makanya digeser banyak proyek," kata dia.

Ia melanjutkan, dengan adanya penundaan ini tentu tekanan untuk pengadaan barang impor dapat berkurang. Pasalnya, tingkat komponen dalam negeri (TKDN) di bidang kelistrikan mencapai 20-30 persen bahkan ada yang mencapai 60 persen, angka ini cukup besar untuk kurangi tekanan impor.

"Dengan pergeseran ini tentu tekanan untuk pengadaan barang impor berkurang. Total investasi yang digeser 24-25 miliar dolar AS," ucapnya.

Sementara pembangkit listrik yang ditunda ini bisa mengurangi beban impor sekitar 8-10 miliar dolar AS.

"Namun apa yang kita lalukan ini tidak mengurangi target pemerintah kerja target rasio elektrifikasi 99 persen di tahun 2019. Jadi rasio elektrifikasi tetap. Hari ini itu sudah 97,14 persen, mungkin akhir tahun bisa 97,5 pasti tercapai," tuturnya.

Editor : Ranto Rajagukguk
Artikel Terkait
Nasional
12 jam lalu

Tegas! Bahlil Ancam Rumahkan ASN ESDM yang Hambat Investasi Energi

Nasional
2 hari lalu

Harga Minyak Mentah RI Naik Jadi 102,26 Dolar AS per Barel, Ini Pendorongnya

Nasional
3 hari lalu

Rupiah Hari Ini Ditutup Melemah ke Rp17.188 per Dolar AS, Kembali Sentuh Level Terendah

Nasional
4 hari lalu

Dunia Krisis Energi, Ditjen Migas ESDM Sebut BOBIBOS Bisa Jadi Solusi bagi Indonesia

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal