Ekonom Soroti Realisasi Anggaran PEN Rp600 Triliun Rendah

Michelle Natalia
Ekonom Aviliani mengatakan realisasi anggaran PEN hingga Juni 2020 seharusnya sudah mencapai 50 persen. (Foto: Okezone)

JAKARTA, iNews.id - Presiden Joko Widodo (Jokowi) baru saja membentuk Komite Baru Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) lewat Perpres Nomor 82 tahun 2020. Ekonom Aviliani memberikan tanggapannya terkait pembentukan komite dan realisasi anggaran PEN rendah.

"Hati-hati dengan komite ini, karena ini kan seolah tim panitia. Tapi, sifatnya jangka menengah panjang, bukan seperti komite Asian Games yang sementara," ujar Aviliani dalam webinar yang diselenggarakan Indikator Politik Indonesia, Jakarta, Kamis (23/7/2020).

Dia menyampaikan beberapa hal yang menurutnya masih janggal terkait pembentukan dan struktur dari komite ini.

"Kenapa Bappenas tidak dilibatkan padahal berbicara soal transformasi ekonomi? Kenapa Menteri Sosial tidak diajak? Kenapa masih banyak demand side yang belum digerakkan? Kenapa anggaran PEN Rp600 triliun belum semuanya dibelanjakan?" katanya.

Menurut Aviliani, dalam menghadapi situasi pandemi seperti ini, level Kementerian jangan sampai menjalankan business as usual. Covid-19, harusnya ada transformasi birokrasi yang out of the box.

Editor : Dani M Dahwilani
Artikel Terkait
Nasional
2 bulan lalu

Menko Airlangga Bertemu Gubernur Aceh Mualem, Bahas Penghapusan Bunga Debitur KUR Terdampak Bencana 

Nasional
2 bulan lalu

Purbaya Siapkan TKD Rp43,8 Triliun untuk Daerah Terdampak Bencana di 2026

Bisnis
2 tahun lalu

Tarif Jalan Tol Sigli-Banda Aceh Seksi 2-4 bakal Naik, Seksi 5-6 Segera Bertarif

Bisnis
2 tahun lalu

Jokowi Bertemu Presiden ADB di Sela KTT WWF, Bahas Kemitraan hingga Transisi Energi

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal