Ekonomi Jerman bakal kehilangan nilai tambah lebih dari Rp3.939 triliun pada 2030 imbas perang Ukraina dan kenaikan harga energi. (Foto: Istimewa)
Aditya Pratama

BERLIN, iNews.id - Ekonomi Jerman bakal kehilangan nilai tambah lebih dari 260 miliar euro (265 miliar dolar AS) atau setara Rp3.939 triliun pada 2030 imbas perang Ukraina dan kenaikan harga energi. Menurut studi Lembaga Penelitian Ketenagakerjaan (IAB), hal tersebut akan menimbulkan efek negatif bagi pasar tenaga kerja.

Mengutip Reuters, Rabu (10/8/2022), dibandingkan dengan harapan untuk Eropa yang damai, produk domestik bruto (PDB) Jerman yang disesuaikan dengan harga akan turun 1,7 persen tahun depan, berada di sekitar 240.000 lebih sedikit orang yang bekerja, menurut data studi. 

Tingkat pekerjaan diperkirakan akan tetap di sekitar angka tersebut sampai tahun 2026, ketika langkah-langkah ekspansif secara bertahap akan mulai lebih besar daripada efek negatifnya. Hal ini mengarah pada nilai tambah sekitar 60.000 orang yang dipekerjakan pada tahun 2030.

Salah satu sektor yang paling terdampak adalah industri perhotelan, yang sudah terpukul keras oleh pandemi Covid-19 dan kemungkinan akan merasakan sedikit penurunan daya beli konsumen.

Sektor-sektor padat energi, seperti industri kimia dan produksi logam juga kemungkinan besar akan terpengaruh.

Jika harga energi, yang sejauh ini melonjak 160 persen, menjadi dua kali lipat lagi, maka output ekonomi Jerman 2023 akan hampir 4 persen lebih rendah daripada tanpa perang. 

Di bawah asumsi ini, diperkirakan kurang dari 660.000 orang akan bekerja setelah tiga tahun dan masih kurang dari kisaran 60.000 orang pada 2030.


Editor : Aditya Pratama

BERITA TERKAIT