Gubernur Bank Indonesia Ungkap 5 Strategi Pemulihan Ekonomi

Michelle Natalia
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo. (Foto: iNews.id)

JAKARTA, iNews.id - Bank Indonesia (BI) optimistis pemulihan ekonomi nasional pada 2021 dapat terwujud dengan penguatan sinergi melalui satu prasyarat dan lima strategi. Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan satu, prasyarat tersebut adalah vaksinasi dan disiplin protokol Covid-19 dan lima strategi respons kebijakan.

Kelima strategi kebijakan itu, yaitu pembukaan sektor produktif dan aman, percepatan stimulus fiskal (realisasi anggaran), peningkatan kredit dari sisi permintaan dan penawaran, stimulus moneter dan kebijakan makroprudensial.

Selanjutnya digitalisasi ekonomi dan keuangan, khususnya usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). "Pelaksanaan protokol kesehatan harus terus dilakukan dengan disiplin dan terus waspada serta tidak lengah agar tidak ada gelombang kedua pandemi yang akan merugikan upaya dan pengorbanan yang telah dilakukan," kata Perry di Jakarta, Rabu (3/12/2020).

Dia menuturkan, pemulihan ekonomi nasional yang tengah berlangsung diprakirakan semakin meningkat. "Pada tahun 2021, ekonomi Indonesia diprakirakan tumbuh mencapai 4,8-5,8 persen, didukung oleh peningkatan kinerja ekspor, konsumsi swasta dan pemerintah, serta investasi baik dari belanja modal Pemerintah maupun dari masuknya PMA sebagai respons positif terhadap UU Cipta Kerja," ujarnya.

Pertumbuhan di seluruh wilayah juga akan meningkat, khususnya Jawa serta wilayah Sulawesi-Maluku-Papua. Stabilitas makroekonomi terjaga dengan inflasi yang akan terkendali sesuai sasaran 3±1 persen serta nilai tukar rupiah yang akan bergerak stabil dan berpotensi menguat.

Stabilitas eksternal terjaga, dengan surplus neraca pembayaran didukung defisit transaksi berjalan yang rendah di sekitar 1,0-2,0% PDB. Stabilitas sistem keuangan juga semakin membaik, dengan rasio permodalan yang tinggi, non-performing loan (NPL) yang rendah, serta pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) dan kredit yang masing-masing meningkat ke sekitar 7-9 persen pada 2021.

Editor : Ranto Rajagukguk
Artikel Terkait
2 hari lalu

BI Batasi Beli Dolar Maksimal 10.000 Dolar AS per Bulan, Ini Alasannya

3 hari lalu

BI Beberkan Jurus untuk Tarik Investor Asing ke Aset Rupiah 

4 hari lalu

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS, BI Ungkap Strategi Jaga Stabilitas Nilai Tukar

4 hari lalu

Rupiah Rentan Melemah terhadap Dolar, Destry Beberkan Biang Keroknya

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal