Gubernur BI Ungkap Penyebab Bunga Kredit Belum Turun

Rina Anggraeni
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo. (Foto: iNews.id)

"Stimulus penurunan suku bunga ini juga diikuti oleh pasar obligasi maupun saham sehingga keseluruhan dengan perkembangan ini transmisi berjalan kecuali kredit yang jadi fokus KSSK bersama untuk mendorong pertumbuhan ekonomi," ujarnya.

Dia menjelaskan, BI akan melanjutkan pelonggaran kebijakan makroprudensial dengan menurunkan loan to value dan mendorong pertumbuhan kredit. Selain itu, BI menyiapkan kebijakan untuk mengintegrasikan ekonomi dan keuangan digital.

"Ini untuk memastikan likuiditas perbankan lebih dari cukup, supply perbankan untuk siap menyalurkan kredit. Ini jadi fokus KSSK untuk memetakan supply kredit perbankan dan demand agar granular ke sektor-sektor yang perlu didorong," tuturnya.

Editor : Ranto Rajagukguk
Artikel Terkait
Makro
5 hari lalu

Breaking News: BI Rilis Aturan Baru Beli Dolar AS, Kini Dibatasi Maksimal 50.000 per Bulan

Nasional
5 hari lalu

BI Tahan Suku Bunga Acuan 4,75 Persen di Maret 2026

Nasional
6 hari lalu

Utang Luar Negeri RI Naik Jadi Rp7.389 Triliun per Januari 2026

Nasional
16 hari lalu

Cadangan Devisa RI Turun Jadi 151,9 Miliar Dolar AS per Februari 2026, Ini Penyebabnya

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal