Kondisi itu, lanjut Sri Mulyani, harus mampu dibaca pemangku kebijakan dan masyarakat. Di mana, seluruh elemen dituntut harus tetap terbuka dengan berbagai situasi dan kemungkinan yang akan terjadi. "Maka kita harus tetap terbuka terhadap berbagai upaya," katanya.
Di sisi lain, dia menghitung langkah-langkah preventif akibat pandemi yang telah dilakukan pemerintah, seperti memberikan bantuan sosial terutama untuk masyarakat dengan kemampuan ekonomi kelas menengah bawah. Pemerintah juga, menambah bantuan sampai 50-60 persen masyarakat bisa mendapat bantuan sosial, dalam bentuk BLT, sembako, diskon listrik, listrik gratis, Kartu Prakerja, maupun BLT desa.
Dari sisi usaha, lanjut dia, Usaha Mikro Kecil dan menengah (UMKM) menjadi fokus pemerintah. Sebab, UMKM menjadi tulang punggung ekonomi dalam negeri.
"Semua ini membutuhkan respons kebijakan dari pemerintah dan peran keuangan negara menjadi sentral. Makanya kami mendesain APBN kita. Bagaimana membantu sektor kesehatan, sosial, ekonomi, UMKM, korporasi, sampai daerah dan sektoral. Semua akan terus dilakukan terus menerus perbaikan," ujar Sri Mulyani.