Harga Daging Sapi Mahal, Pemerintah Diminta Benahi Tata Niaga

Ilustrasi (Foto: Okezone)

JAKARTA, iNews.id – Guna menekan harga daging sapi yang bertahan di atas 100.000 per kilogram, pemerintah diminta memperbaiki tata niaganya sehingga komoditas pangan tersebut banderolnya bisa turun.

Kepala Penelitian Central for Indonesian Policy Studies (CIPS) Hizkia Respatiadi mengatakan, untuk mengatasi hal itu, tata niaga daging sapi yang sudah ada wajib diubah. Menurut Hizkia, banyak hal yang membuat harga daging sapi tetap mahal. Salah satunya adalah kebijakan pembatasan impor daging sapi yang ditetapkan oleh pemerintah.

Padahal, harga daging sapi di pasar internasional lebih murah daripada harga daging sapi di dalam negeri. "Rantai distribusi untuk daging sapi impor jauh lebih sederhana daripada untuk daging sapi lokal. Daging sapi lokal harus melewati tujuh sampai sembilan titik sebelum sampai di tangan konsumen. Sementara daging sapi impor hanya melewati paling banyak dua titik sebelum sampai di tangan konsumen," tuturnya, Minggu (10/12/2017).

Ia berpendapat, rantai distribusi yang pendek ini tercipta karena daging sapi impor adalah produk siap masak. Karena itu, daging sapi impor tidak membutuhkan tempat penggemukan hewan, rumah potong hewan dan para pedagang di tempat penampungan ternak sebelum sampai ke tangan konsumen.

Dengan demikian, daging sapi impor memberi ruang sedikit kepada para pelaku distribusi untuk mengenakan harga tinggi. Pada akhirnya, lanjut Hizkia, harga yang tinggi ini juga akan dibebankan kepada konsumen.

Editor : Ranto Rajagukguk
Artikel Terkait
Nasional
6 hari lalu

Daftar Harga Pangan 16 Januari 2026: Beras hingga Cabai-Bawang Turun, Daging Sapi Naik

Nasional
8 hari lalu

Harga Beras hingga Daging Sapi Turun Hari Ini, Cek Rinciannya

Nasional
15 hari lalu

Daftar Harga Pangan 7 Januari 2026: Bawang Naik, Daging Sapi Turun

Nasional
27 hari lalu

Harga Pangan Hari Ini, Bawang hingga Daging Sapi Melonjak di Momen Nataru

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal