Sebelumnya, CIPS memandang pemerintah perlu memastikan ketersediaan daging sapi dengan harga terjangkau karena komoditas pangan itu memiliki banyak manfaat bagi gizi anak. "Hal ini penting mengingat komoditas pangan yang satu ini memiliki banyak manfaat, salah satunya sebagai makanan yang mengandung banyak gizi untuk mendukung tumbuh kembang anak," kata Hizkia Respatiadi.
Menurut Hizkia, harga daging sapi yang terus tinggi membuat tidak semua keluarga bisa mengonsumsinya. Setelah melakukan berbagai cara, seperti menetapkan harga acuan dan membentuk satuan tugas (satgas) pangan, pemerintah tetap belum bisa menurunkan harga daging sapi.
Hal tersebut, lanjutnya, terindikasi dari harga komoditas yang satu ini tetap tidak bisa mencapai angka Rp80.000 per kilogram, seperti yang sudah ditargetkan. "Dalam delapan tahun terakhir, harga daging sapi di Tanah Air selalu lebih tinggi daripada harga daging di pasar internasional. Harga daging sapi di Indonesia pada bulan Agustus 2017 adalah Rp108.072 per kilogram. Sementara itu, harga daging sapi di pasar internasional adalah Rp55.746 per kilogram," ujarnya.
Ia mengatakan bahwa menu dengan bahan dasar daging sapi sudah umum di kalangan masyarakat Indonesia, terutama kerap menjadi olahan favorit keluarga Indonesia, terutama pada acara-acara istimewa.