Hari Oeang, Ini Deretan Mata Uang Indonesia Era Revolusi Kemerdekaan

Rahmat Fiansyah
Mata uang ORI 5 rupiah dan 10 rupiah. (Foto: Bank Indonesia)

Pencetakan ORI dikerjakan setiap hari dari jam 7 pagi sampai jam 10 malam. Proses pencetakan dimulai Januari 1946 sebelum akhirnya dipindah ke daerah-daerah seperti Yogyakarta, Solo, Malang, dan Ponorogo akibat agresi militer Belanda. Di sinilah ORI-ORI seri berikutnya lahir dengan pecahan yang beragam mulai dari lima rupiah, 25 rupiah, 40 rupiah, 75 rupiah, 250 rupiah, dan 400 rupiah. Nominal 600 rupiah sempat dicetak meski tak jadi diedarkan.

Tak hanya pencetakan, proses peredaran uang ORI juga menghadapi tantangan. Belanda memalsukan ORI sehingga membuat uang yang beredar melimpah, sehingga nilainya turun. Hal tersebut dilakukan agar masyarakat tak percaya denga ORI.

Proses distribusi ke daerah-daerah juga hambatan. Untuk itu, pemerintah dari ibu kota memberikan wewenang kepada daerah-daerah untuk menerbitkan ORI daerah (Orida). Beberapa daerah yang menerbitkan Orida antara lain Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Sumatra Selatan, Banten, dan Solo.

Perjuangan untuk menerbitkan mata uang ORI membuat pemerintah menetapkan 30 Oktober sebagai Hari Oeang. Rupiah kini menjadi satu-satunya alat pembayaran yang sah di Tanah Air.

ORI I satu rupiah
ORI I lima rupiah
ORI II 100 Rupiah
ORI III 250 Rupiah
Editor : Rahmat Fiansyah
Artikel Terkait
Nasional
2 jam lalu

Masih Lesu, Rupiah Hari Ini Ditutup Melemah ke Rp17.424 per Dolar AS

Nasional
3 jam lalu

Rupiah Tembus Rp17.400, Bos BI Pilih Bungkam usai Rapat di Kemenko

Makro
6 jam lalu

BI Buka Suara usai Rupiah Tembus Rp17.400 per Dolar AS

Nasional
1 hari lalu

Rupiah Hari Ini Ditutup Anjlok! Rp17.394 per Dolar AS

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal